By : Anggita Permatasari
Suatu hari di Bulan Ramadhan..
Sore itu Suhat sedang macet-macetnya, tapi di dalam Guri Ramen, waktu seolah melambat. Kami duduk berhadapan, terjebak di antara aroma kaldu yang gurih dan tawa yang tak henti-hentinya pecah.
Dulu, obrolan kami cuma seputar tugas sekolah; sekarang, sudah merembet ke urusan cicilan dan karier.
Berbagai obrolan mengalir tiada henti. Dan saat adzan Maghrib berkumandang dari masjid seberang jalan, semua gengsi dewasa itu luruh.
Ujung jari kami sibuk bukan lagi mengetik di layar ponsel, melainkan memegang sumpit dan menyendok kuah ramen yang mengepul hangat.
Sejauh apa pun kami melangkah, pulang ke lingkaran pertemanan SMA selalu punya rasa yang sama, hangat dan menenangkan
Di tengah riuhnya jalanan Soekarno-Hatta, semangkuk ramen ini jadi saksi: bahwa sejauh apa pun kami melangkah, pulang ke lingkaran pertemanan SMA selalu punya rasa yang sama. Hangat dan menenangkan.
Salam Ramadhan..

Irma M. S
Masyaallah bu Anggita, sukses dan semangat berkarya selalu ya